Selenggarakan Diskusi Bersama Disabilitas, PPDI : Kami tidak pernah diperlakukan dengan khusus.
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum, Sentani - Menjaga hak pilih kaum disabilitas yang ada di Kabupaten Jayapura, BAWASLU Kabupaten Jayapura melaksanakan kegiatan Diskusi Pemilu bersama Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Jayapura hari ini, Selasa (02/08/2022) bertempat di Sekretariat BAWASLU Kabupaten Jayapura.
\n\n\n\nPeserta disabilitas yang hadir berlatarbelakang disabilitas yang berbeda-beda. Ada yang cacat fisik sehingga membutuhkan alat bantu dalam beraktifitas, cacat grahita atau bisa disebut juga sebagai keterbelakangan mental, ada pula tuna rungu (bicara/bisu), tuna netra (mata), dan lain-lain. Pertemuan bersama rekan-rekan disabilitas ini merupakan yang pertama kalinya. Seprianti Pandi, Koordinator Divisi PHL BAWASLU Kabupaten Jayapura sendiri menyebutkan alasan BAWASLU Kabupaten Jayapura baru melaksanakan kegiatan bersama PPDI dikarenakan minimnya informasi tentang keberadaan mereka (penyandang disabilitas).
\n\n\n\n
\n\n\n\nDokumentasi Humas Bawaslu Kab Jayapura
\n\n\n\n"Ini merupakan kegiatan pertama kami bersama rekan-rekan disabilitas. Hal ini karena kami kurang mendapatkan informasi tentang keberadaan teman-teman. Barulah setelah kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial, kami pun mendapat informasi bahwa di Kabupaten Jayapura sudah ada perkumpulan disabilitas", jujurnya saat membuka kegiatan diskusi.
\n\n\n\nMelalui informasi dari Dinas Sosial, BAWASLU Kabupaten Jayapura pun berkoordinasi dengan Ketua PPDI secara langsung untuk melaksanakan kegiatan diskusi hari ini. Peserta yang hadir diberikan ruang bebas untuk menyampaikan masukan, saran, kritik bahkan berbagi pengalaman pada saat mengikuti Pemilu 2019. Selain usulan, peserta pun menyampaikan kekecewaan yang mereka rasakan selama mengikuti Pemilu di tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang disampaikan Ester Yarona, Ketua PPDI Kabupaten Jayapura menekankan bagaimana Pemilu 2019 dilalui dengan kekecewaan atas perlakuan penyelenggara kepada kaum disabilitas yang disamakan dengan orang normal pada umumnya ketika di TPS.
\n\n\n\n"Selama Pemilu, kami (penyandang disabilitas) tidak pernah diperlakukan dengan khusus atau special. Akses ke TPS yang kami rasakan, sama saja dengan orang normal, tidak ada perlakuan yang berbeda. Ini yang membuat kami malas untuk ke TPS karena itu, kami tidak dibantu pada saat di TPS baik itu melalui aksesnya ataupun perlakuan KPPSnya kepada kami. Jadi daripada begitu, lebih baik kami di rumah saja. Tapi walaupun begitu, di rumah pun tidak ada orang yang datang ke rumah kami untuk membantu kami menyalurkan hak kami", jelas Ketua PPDI tersebut.
\n\n\n\nHal-hal senada pun diutarakan oleh beberapa anggotanya. Namun selain daripada itu, banyak pula usulan-usulan yang disampaikan melalui pengalaman yang mereka alami pada Pemilu sebelumnya. Misalnya, usulan terhadap pendataan yang lebih baik sehingga status mereka terakomodir di dalam DPT dan jangan sampai mereka disamakan dengan orang normal, kemudian penyelenggara yang harus membantu mereka pada saat di dalam TPS dan mendahulukan penyandang disabilitas pada saat pemilihan, tempat TPS yang harus dibuat dengan melihat keberadaan disabilitas di dalam DPT sehingga dibuat lebih mudah dan dikhususkan, dan masih banyak lagi.
\n\n\n\nDinas Sosial Kabupaten Jayapura dalam hal ini diwakili oleh Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Penyandang Cacat, Lansia dan Tuna Sosial, Ibu Siti Syariah Bachmid bersama staf Linawati yang juga hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan saran agar penyandang disabilitas lebih dikhususkan dan diperhatikan dalam Pemilu bahkan disediakan sarana yang baik di TPS bagi mereka. Selain itu pula ia berharap agar kegiatan ini akan terus dilakukan bersama dengan penyandang disabilitas di Kabupaten Jayapura.
\n\n\n\n"Kami berharap Bawaslu dapat lebih memperhatikan penyandang disabilitas di Pemilu 2024 agar mereka diberikan hak khusus dan disediakan sarana pendukung sesuai kebutuhan mereka di TPS nanti. Semoga pula kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan", tuturnya.
\n\n\n\nPada akhir kegiatan, Ester Yarona mengucapkan banyak terimakasih bagi Bawaslu Kabupaten Jayapura. Menurutnya, dengan kegiatan ini berarti Bawaslu Kabupaten Jayapura telah memperhatikan penyandang disabilitas yang selama ini pada pemilu tidak mendapat perhatian khusus dari penyelenggara. Bahkan menurutnya ini adalah jawaban Tuhan atas doa mereka sehingga dapat hadir dalam kegiatan seperti ini. Kegiatan pun ditutup dengan sesi foto bersama. (MKH)
\n"